People Innovation Excellence

“The Srinking City” (Photography Social Campaign)

Di galeri foto Paramata, fotografer dari Belanda Cynthia Boll mempresentasikan projek fotonya tentang jakarta. Melalui foto2 tersebut dia mendapat penghargaan dari Zilveren Camera di Belanda. Ia memulai karirnya dalam dunia fotografi dari th 2007, sebelumnya ia adalah guru matematika di sekolah menengah atas.

Cyntia tidak suka disebut dirinya sebagai fotografer tetapi lebih nyaman dengan julukan storyteller. Saya mencoba menyerapnya dalam bahasa kita dengan sebutan “Penutur foto”.

Projeknya bercerita tentang tenggelamnya Jakarta, karena setiap tahun terjadi penurunan tanah yang cukup signifikan terhadap permukaan laut (Jakarta Utara). Diperkirakan 30 tahun lagi jakarta sudah tenggelam hingga monas, begitulah tuturnya.

Yang menarik dalam prosesnya, Cynthia melakukan riset secara mendalam tentang probem Jakarta, menurut dia banyak yang tidak tahu dan menyadarinya.

Melalui projeknya tersebut Cyntia berharap memiliki dampak terhadap permasalahan tersebut. Bagaimana masalah itu ada, siapa yang merasakan, siapa yang seharusnya peduli dll. Target audien projek fotonya dipetakan dengan matang.

Ia mengisahkan perjalanan awal dalam mempelajari permasalahan tersebut hingga menjadi proposal untuk diajukan ke penyandang dana dalam membiayai projeknya tersebut. Dia datang dengan kematangan data dan pemahaman sebelum menggunakan kamera untuk membidikkan gambar.

Dalam melakukan pengambilan gambar ia tidak pernah memaksa narasumbernya, mungkin itulah yang kita sebut etika memotret. Pendakatan personal dan menyatukan dirinya dengan narasumbernya merupakan metode Cynthia dalam mendapatkan kerelaan pengambilan gambarnya.

Menurutnya, ia akan melanjutkan projek dengan tema serupa ke negara2 yang memiliki permasalahan yang sama. Dari masalah jakarta menjadi masalah dunia.

Setelah mendengarkan runtutan cerita dan dilanjutkan dengan slide2 fotonya, memang jagoan dia. Narasi foto yang di ambilnya sangat tajam ke dalam permasalahan. Kwalitas gambarnya mumpuni, baik teknikal maupun aristik telah lewat jauh dari katam.

Yang mejadi pertanyaanku salalu sama, kenapa ya, konten lokal (permasalahan) selalu yang nggarap orang asing, dan keren pula. Disinilah kita selalu abai dengan hal2 kecil (tetapi menarik untuk orang asing) di seputar kita.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close