People Innovation Excellence
 

Visual Experience: The World Stops

Gambar mungkin berisi: luar ruangan, teks yang menyatakan 'When ithe World Stops'
Pagi ini sekilas sama seperti biasanya, namun setelah para pemimpin menyeru untuk stay di rumah dan bekerja dari rumah justru semakin saya rasakan bahwa lebih banyak yang harus disiapkan. Mulai memanage pekerjaan, memanage agenda sekolah anak dan menahan untuk betah tinggal di rumah dan kepincut udara mal dan jajanan di jalan.
Kemana lagi kalo gak ke hp, benda kecil yg menyajikan info aneka ragam dunia. Kita seperti sedang melipat bumi di layarnya.
Namun sebelum subuh tadi, seorang teman melayangkan doa, renungan dan kegelisahan yang sama. Betapa lemahnya manusia, hampir seluruh negara di dunia dibuat lunglai oleh virus yg sangat kecil ukurannya, pun untuk negeri sebesar dan sekaya China bahkan Amerika. Sedangkan kita hanya listrik padam sehari saja sudah seperti bencana.
Sebelumnya saya menganggap bahwa wabah ini hal yang wajar dan akan berakhir begitu saja, bahkan sebagian dari kita menjadikannya bahan tertawaan dan candaan. Namun semakin hari saya menampik sendiri. Dan hari ini saya semakin terganggu, bahkan risau akankah wabah Corona ini berakhir? Sungguh menjadi pertanyaan besar? Meski saya percaya para cendekia dan pemimpin serta seluruh warga dunia telah berusaha dan berjuang dengan segala cara.
Meski ada yg bilang peristiwa ini adalah konspirasi, terlepas benar atau cocoklogi. Saya tak lagi peduli, karena semua berpusat kepada Allah yg menguasai sebab. Lalu sy teringat kajian kemarin, bukankah umat-umat terdahulu diuji dg berbagai wabah dan bencana namun mereka tetap tidak mau kembali kepada Allah. Apa bedanya dengan hal serupa yg terjadi saat ini? Bukankah Allah sedang menunjukkan kuasaNya yg tidak ada satupun orang bahkan negara adidaya pun berdaya?
Lalu teman saya pun melanjutkan rasa gelisahnya,”sampai saat ini belum ada pemimpin yang menyeru rakyatnya untuk kembali kepada Allah”. Lalu sy telusuri lebih dalam diri ini, begitu jauhnya dari ketaatan, pekerjaan dan tanggung jawab yg masih menggunung lalu kesiapan menghadapi situasi terburuk apabila terjadi. Semakin ambyar, saat kutatap anak istri yang masih terlelap, Allahummaghfili. Ampunilah hamba-hamba ini, petikan doa ujung malam seperti doa-doa yg sama semoga menghiasi langit untuk diijabah.
Dan, benar saat membaca sebuah unggahan CGTN yang merelease serial cover majalah TIME dengan headline yang sama, “When the World Stops”, semoga menjadi indikasi bahwa umat di seluruh dunia sedang berbondong-bondong untuk kembali kepada RobbulIzzati.
Semoga menjadi renungan kita bersama. Tetap di rumah, terus berdoa.

Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close