Fotografi Smartphone dengan Off-Camera Flash (Strobist) – Part 1
Melihat sebuah video pada Youtube yang berjudul : “Is this the Future of iPhone Photography?” yang ditayangkan pada tanggal 31 Agustus 2020, penonton disuguhkan dengan sebuah teknik baru dalam dunia fotografi.
Fotografi menggunakan off-camera flash, atau flash yang tidak ditempatkan langsung di kamera, sedang ditunjukkan oleh seorang fotogafer bernama Patrick Hall (pemilik channel youtube bernama “Fstoppers”). Teknik seperti ini lazim digunakan pada kamera digital, namun untuk pertama kalinya dapat diterapkan pada sesi pemotretan menggunakan smartphone (Apple Iphone 11 Pro). Ini artinya, sebuah smartphone dapat menghasilkan foto dengan kualitas cahaya yang mirip dengan sesi foto profesional menggunakan sumber cahaya buatan seperti sebuah flash / strobe. Dengan adanya teknologi baru ini, tentu akan menjadi pertanyaan, apakah sebuah smartphone sudah dapat digunakan sebagai media foto dengan hasil setara kamera profesional ? Jawabannya tentu akan kita ketahui di masa yang akan datang.
Untuk sekarang mari kita membahas proses kinerja dari teknik ini. Untuk dapat memicu flash agar menyala maka kita harus menggunakan sebuah trigger yang memiliki fungsi bluetooth / wifi, sehingga dapat menjadi penghubung dari smartphone menuju flash secara nirkabel. Dengan teknologi yang ada saat ini, sayangnya teknik ini hanya dapat digunakan apabila kita melakukan instalasi sebuah app yang mendukung hubungan ponsel menuju flash, misalnya Godox App atau Profoto App, dan tidak dapat menggunakan app kamera yang native dari sebuah smartphone tertentu. Perlu diketahui bahwa agar teknik ini dapat berjalan, kita juga harus memiliki lampu flash dengan brand yang sama dengan app-nya, yang juga harus didukung kemampuan pemotretan secara nirkabel.
Sumber : Fstoppers / Patrick Hall
Menggunakan native app dari brand flash pada smartphone, kita dapat melakukan sinkronisasi shutter speed dan aperture agar smartphone dapat menyesuaikan kecepatan tirai rana yang sinkron dengan durasi lampu flash. Setelah itu wajib untuk melakukan pairing atau koneksi dengan trigger yang kita miliki, dan dilanjutkan dengan melakukan percobaan shutter speed yang tepat agar flash dapat menyala sesuai dengan tekanan jari pada tombol pemotretan di app. Setelah menemukan speed yang cocok, maka dapat dimulai melakukan pemotretan. Khusus untuk app dari vendor Profoto, sudah memiliki fitur HSS atau “High Sync Speed” sehingga flash dapat menyesuaikan durasi cahaya dengan shutter speed pada smartphone secara otomatis. Penulis akan mencoba teknik ini pada artikel berikutnya.
Selamat mencoba dan semoga berhasil.
Randy Indra Pradhana
SOCIAL MEDIA
Let’s relentlessly connected and get caught up each other.
Looking for tweets ...