ZERO WASTE PERIODE
Initiatif Photography Project
Karya: Jerrika Adriel
Dengan adanya kemajuan teknologi, berbagai produk praktis sekali pakai hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dimana, produk sekali pakai tersebut tidak semua mudah untuk didaur ulang, salah satunya adalah sampah pembalut. Apabila tidak segera ditangani, maka akan menimbulkan masalah pencemaran tersendiri. Menurut riset Stockholm University , plastik di dalam bungkus pembalut memerlukan waktu sekitar 500 – 800 tahun untuk 100% terurai. Itu berarti sampah pembalut sekali pakai memerlukan waktu penguraian lebih lama dari sampah plastik botol yang memerlukan waktu antara 70 – 450 tahun untuk terdegradasi. Tak hanya itu, melalui riset United Nations Environment Program, produksi pembalut sekali pakai menyumbang emisi gas karbon sekitar 15 juta ton pertahunnya. Hal tersebut setara dengan 35 juta barel minyak yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Jika rata-rata dalam sebulan wanita membuang sampah pembalut sebanyak empat lembar pembalut dalam sehari, lalu dikalikan enam hari, akan terkumpul sebanyak 24 sampah pembalut hanya dalam waktu sebulan. Belum lagi jika dikalikan dengan jumlah penduduk wanita di Indonesia yang berjumlah sekitar 131 juta, maka jumlah sampah pembalut kurang lebih mencapai 26 ton per hari. Untuk mengurangi sampah pembalut sekali pakai, saya ingin mengajak para perempuan untuk mulai beralih kepada jenis pembalut yang lain, yaitu reusable menstrual pads dan menstrual cup. Namun pada tugas ini saya akan lebih fokus kepada menstrual cup. Menstrual cup berbentuk seperti cangkir kecil dengan bahan karet atau silikon yang fleksibel. Sebagian perempuan mengatakan penggunaan cangkir menstruasi ini lebih mudah, efisien, dan murah daripada produk lain. Dengan menggunakan menstrual cup ini, tentunya para wanita bisa ikut membantu mengurangi jumlah sampah karena dengan bahannya yang silicon, menstrual cup dapat bertahan sampai 10 tahun pemakaian.
Published at :
SOCIAL MEDIA
Let’s relentlessly connected and get caught up each other.
Looking for tweets ...