Adam Bird, transform the ordinary into something magical
Fotografer yang memulai perjalanan fotografinya pada tahun 2012, memulai kariernya saat saudara kembarnya tergabung dalam agen model dan membutuhkan portofolio. Saat itu mereka yang tidak mempunyai terlalu banyak uang, memutuskan Adam Bird untuk memotret kembarannya, dan pemotretan itu rupanya mengawali profesiya sebagai fotografer. Bird diawal karirnya tertarik untuk bergerak di dunia fashion, namun perjalanannya setelah menemukan karya Tim Walker dan seniman lain secara online, dia mulai tertarik dalam conceptual/fine art fotografi.
Fotografer yang menyukai membaca dan jalan ini, mengatakan bahwa kalimat ‘keep going’ selalu menginspirasinya untuk menggali hal yang baru, baik dalam peralatan memotretnya, ataupun dalam menggali proses pemotretannya. Dia juga kerap kali terinspirasi alam dan banyak cerita, termasuk selalu bekerja dengan wajah-wajah baru saat memilih model. dengan karakter yang sering menjadi konsepnya yang cenderung surrealis, Bird menyukai wajah model yang sederhana alami.
Terutama dia menyukai model berambut panjang, yang menurutnya bisa memberikan elemen tambahan buat karyanya. Dalam karyanya, ternyata banyak juga foto self portraitnya. Dan saat ini dia makin tertarik untuk mengeksplorasi hal itu. kadang di abisa bepergian dengan kamera, tripod dan remote, untuk menuangkan idenya.
Menurutnya, banyak faktor yang bisa menentukan untuk menghasilkan karya yang indah, kombinasi antara subject, pencahayaan dan komposisi saat pemotretan, merupakan hal-hal penting dalam sebuah karya. Dalam mempersiapkan pemotretan dia mengaku kadang menghabiskan waktu beberapa hari bahkan minggu untuk menunggu suasana dan cuaca yang paling tepat yang diinginkannya, namun kadang juga bisa saja memotret sesuatu yang sudah tersedia didepannya.
Bird bercerita bahwa lokasi favoritnya untuk pemotretan adalah hutan, dimana dia sangat menyukai untuk menghasilkan fairy tales stories. Selain itu dia mengungkapkan mayoritas fotonya berdiri sendiri bukan series, dan memiliki makna sendiri. banyak yang merupakan metafora dari pengalaman yang ingin diceritakannya. Misalnya Closed Doors, yang ingin menggambarkan dirinya menutup sebuah pintu yang hidupnya untuk melangkah maju dalam hidupnya.
Dia mengakui bahwa yang berat adalah untuk selalu terinspirasi. Kadang dia merasakan susahnya memikirkan konsep ide yang baru dalam berkarya, dan bila tidak ada hal yang menginspirasinya saat itu, dia mengalami kesulitan untuk menghasilkan image yang berkesan. Bahkan di asering menganggap karyanya belum maksimal dan sering mengkritisi dirinya sendiri atas karya yang dihasilkannya.
Banyak karyanya terinspirasi dari dongeng yang diwujudkan dalam visual kreasinya.
Published at :
SOCIAL MEDIA
Let’s relentlessly connected and get caught up each other.
Looking for tweets ...