“SUBLIMASI WASTRA DAN REMPAH” Mixed Media Photography
(Result of Artistic Research – Hibah BINUS 2016)
Rempah kepulauan nusantara merupakan komoditi kuno yang memiliki daya tarik global. Kekayaan rempah kepulauan nusantara bukan hanya mitos, tetapi sejarah panjang yang ditulis oleh banyak sejarawan dan peneliti kepulauan ini. Perdagangan klasik hingga masa kolonial tidak dapat dipungkiri lagi bahwa rempah menjadi alasan kuat hal tersebut terjadi. Kekuatan isu rempah nusantara terhadap pergolakan perdagangan dunia saat itu memunculkan wacana adanya jalur rempah melalui penjelajahan samudra disamping jalur sutra (Ruray, 2010). Kepulauan nusantara memiliki keanekaragaman jenis rempah diantaranya adalah; cengkeh, lada / merica, kayumanis, kencur, jahe, ketumbar, pala, bawang, kemiri, jinten, kapulaga, kalabet, cabe dan lain-lain. Rempah memiliki bebauan dan rasa yang menyengat sebagai penyedap masakan. Selain itu ada beberapa rempah yang terkait dengan bahan baku pewarnaan, sehingga terhubung dekat dengan wastra yang pewarnaannya menggunakan bahan alami, semenjak awal abad 20 digunakan warna kimia (Rini, 2011). Wastra adalah istilah yang digunakan untuk menamai kain tradisional Indonesia yang jenisnya beragam. Masing-masing wastra memiliki kekhasan dan keunikan dalam filosofi budaya maupun proses pembuatannya. Wastra lurik Pakan malang misalnya diduga telah ada berdasarkan pencatatan prasasti antara tahun 851 – 882 M masa kerajaan mataram hindu, begitu juga lurik Tuluh watu semasa raja Airlangga (Djoemeno, 2000 ). Hingga kini wastra masih banyak digunakan oleh sebagian besar masyarakat indonesia dalam kehidupan sehari-hari, ritual tradisi dan budaya maupun seremonial resmi kenegaraan. Mengaitkan wastra dan rempah sebagai bagian dari simbol peninggalan kejayaan masa lalu, menarik untuk diangkat menjadi narasi visual melalui medium fotografi.
Salam kreatif kawan!
Published at :
Leave Your Footprint
-
Vita Datau boleh saya minta no WA.. saya dari Komite Jalur Rempah kemendikbud… mau undang utk ngobrol soal rempah dan wastra khususnya batik… thank you