People Innovation Excellence
 

“Gatotkaca” Illustration Exhibition

Gatotkaca 02

Ada dan tiada adalah kalimat yang tepat di sematkan kedalam sosok Gatotkaca. Semangat filosofinyasayup terdengar hanya sebagai analogi semangat ketegaran tanpa makna. Wujud keberadaannya saat ini hadir dalam kemasan usang, yaitu wayang kulit dan wayang orang. Potensi karakternya seakan tak layak diperbincangkan kedalam bursa kreatif masakini. Gatotkaca seakan menjadi bagian dari cermin antik peninggalan nenek yang tak layak dipakai tetapi tak mungkin dibuang.Berapa banyak anak kita yang menjadikan Gatotkaca bagian dari teman imajinernya untuk berpetualang. Pertanyaan semacam itu pasti kita dapat menduga jawabannya, memilukan pastinya.Kondisi tersebut, layak menjadi bagian dari perenungan kreatif untuk mengelola potensi lokal yang sarat dengan muatan budaya dan tradisi.

Sosok Gatotkaca yang terlahir dari seorang ibu keturunan raksasa yaitu Dewi Arimbi, muncul melalui kitab kuno Mahabharata dari India yang merupakan bagian dari kitab suci Weda ke-5. Di indonesia epik Mahabharata ditransformasikan oleh Mpu sedah dan Mpu Panuluh kedalam bentuk kakawin Bharatayudha untuk memperingati kemenangan Kerajaan Jenggala atas Kerajaan Panjalu semasa Raja Jayabaya. Dalam masa yang sama Mpu Panuluh menerbitkan kitab Gatotkacasraya yang menceritakan perkawinan Abimanyu dengan Siti Sundhari atas bantuan Gatotkaca.Meskipun kehadirannya berawal dari epic besar India tetapi kemampuan kreativitas Nenek moyang kita mampu melahirkan sosok Gatotkaca dengan pendekatan yang berbeda. Gatotkaca India yang lebih mengedepankan tampilan fisik keraksasaannya, bukanlah tokoh sentral yang memiliki pengaruh kuat terhadap alur epic tersebut, hal ini sangat berbeda dengan versi yang kita pahami disini. Kreativitas pengembangan sosok Gatotkaca Indonesia memiliki nuansa dan karakteristik yang berbeda. Kehadirannya merupakan bagian dari produk kreatif lokal yang seharusnya memiliki nilai jual lebih besar.

Kemasan “karakter” adalah bagian dari perwakilan selera zaman. Sadar atau tidak kita telah menyaksikan beberapa Superhero asing seperti Batman, Superman, Spiderman dan lain sebagainya telah mengalami perubahan dalam cara menghadirkan sosoknya. Kesadaran menempatkan superhero bagian dari cita rasa zaman yang memiliki potensi ekonomi tinggi, menjadikannya selalu hidup di benak konsumen penikmatnya. Strategi semacam inilah yang mungkin dapat menjadikan Gatotkaca sang cermin tua tadi menjadi mutu manikam ekonomi kreatif nasional. Pekatnya jenis media saat ini, menjadikan sebuah “karakter” dapat dimainkan kedalam berbagai obyek media komersial modern.

Gatotkaca 01

Pameran ilustrasi yang mengangkat sosok Gatotkaca dengan berbagai pendekatan visual ini, adalah sebuah upaya kecil untuk mengais dan mengemas ulang sebuah potensi “Karakter” lokal. Harapan yang tidak hanya semata-mata impian belaka adalah, kesadaran mayoritas untuk menggali, merenovasi, mengupayakan dan mengkonsumsi produk “Karakter” lokal dapat terwujud. Kesadaran India mampu menggerakkan Bollywood kedalam roda penghasil rupee yang dahsyat. Kurangnya indoktrinasi dunia pendidikan kita terhadap konten kelokalan memperlemah nilai jual kekayaan budaya dan tradisi lokal yang berlimpah. Akankah hal semacam ini kita biarkan tanpa rasa bersalah. Semuanya terserah kita, mau dibawa kemana bangsa ini kedepan untuk mampu bersaing dengan negara besar Asia yang lain pasca runtuhnya kekuatan ekonomi barat. Langkah kecil adalah awal untuk berlari kencang.

Salam kreatif!


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close